Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat) Khofifah Indar Parawansa menyerukan kepada masyarakat dan media untuk tidak memviralkan foto-foto pernikahan dini. Seruan khofifah tersebut menanggapi ramainya pemberitaan tentang pernikahan Slamet dan Rohayah di media sosial belakangan ini.

“Saya meminta bantuan semuanya sebagai bagian edukasi yang sangat penting agar jangan memviralkan foto-foto  misalnya honemoon ananda Slamet, karena khawatir ini (pernikahan usia dini) menjadi referensi atau role model,” ujar Khofifah pada acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, seperti dilansir nu.or.id, pada Selasa (18/7).

Khofifah yang juga Menteri Sosial itu mengaku, bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jarak atau perbedaan usia mereka (Slamet dan Rohayah). Hanya saja menurutnya, ramainya pemeberitaan pernikahan tersebut dikhawatirkan akan menjadi referensi atau tren bagi yang lain. Apalagi usia slamet masih tergolong anak-anak.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 tahun 1974, pernikahan dilakukan oleh laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun. Atau lebih bagusnya lagi kalau laki-laki dan perempuan tersebut sudah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.

“Maka saat ini dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, bagi perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki sesudah lulus kuliah,” terang Khofifah. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL