Sumber: koranmemo.com

Tulungagung, Liputanislam.com– Gubernur terpilih Jawa Timur (Jatim) periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa berharap pondok pesantren di Indonesia khususnya di Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi pelopor dalam pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong nantinya setiap pesantren menjalankan program one pesantren one product  (OPOP).

Hal itu disampaikan Khofifah usai acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tulungagung masa khidmat 2018-2022 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu (29/12).

“Tentu hal itu juga membutuhkan sentuhan dari kaum cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), yang tergabung dalam ISNU untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di pesantren,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat harus bergerak menyesuaikan diri dengan generasi industri  ke 4 atau generasi  4.0 yang juga dikenal sebagai generasi milenial.”Mudah-mudahan ISNU bisa menjadi lokomotif bagi perwujudan masyarakat 4.0,”  ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Khofifah, OPOP merupakan salah satu program 100 hari kerja dirinya sebagai gubernur. Tujuan akhirnya untuk membentuk pasar induk buah dan sayur layaknya yang ada di Cina.

“Sehingga kebutuhan sayur dan buah sehat bisa terakses dengan mudah. Kita harus ke sana dengan tahapan yang harus kita lalui,” ungkapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*