Sumber: rmol.co

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerukunan Umat Beragama sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Al-Washliyah, KH Yusnar Yusuf mengatakan bahwa tes baca Al-Qur’an bagi pasangan calon (Paslon) presiden dan calon wakil presiden itu baik untuk dilakukan. Menurutnya, masyarakat Indonesia khususnya umat Islam menjadi tenang setelah mengetahui calon pemimpinnya bisa membaca Alquran.

“Sebaiknya ikuti tes baca Alquran itu. Jadi supaya umat Islam ini tenang setelah tahu calon pemimpinnya bisa baca Alquran, misalnya paling tidak bisa baca al-Fatihah atau al-Ikhlas,” katanya di Kantor MUI Jakarta, pada Selasa (15/1).

Menurut Yusnar,sebagai negara mayoritas Muslim, tes baca Alquran memang diperlukan bagi calon pemimpin Indonesia yang berasal dari kalangan Islam. “Jadi tes baca Alquran itu perlu. Paling tidak baca Fatihahlah untuk menyatakan apakah benar si A itu Islam atau tidak. Itu akan cukup untuk memberikan informasi bahwa calon presiden kita itu memang merupakan orang Islam yang baik,” ucapnya.

Namun begitu, lanjut dia, jika salah satu paslon tidak ingin mengikuti tes baca Alquran itu juga tidak menjadi masalah. Karena, tes baca Alquran tidak diatur  Komisi Pemilihan Umum (KPU).  “Jadi kita minta saja kesediaan dari Paslon itu saja. Ketika Paslonnya mau tes baca Alquran ya Alhamdulillah. Kalau tidak mau ya jangan dipaksakan,” tambah Yusnar.

Sebelumnya, pada 29 Desember 2018 lalu, Ikatan Dai Aceh (IDA) mengundang Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, untuk mengikuti tes baca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada 15 Januari 2019. Tetapi jadwal tersebut diundur karena mempertimbangkan kesibukan paslon.

“Kami sadar betul apa kesibukan Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf,  Pak Prabowo sama Bang Sandi. Jadi ya kita tunggu aja. Terkait waktu, kalaupun memang jadi ikut, waktunya kita sesuaikan,” jelas Marsyuddin Ishak selaku Ketua IDA. (ar/republika).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*