Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Abu Nasr Al-Farabi (870 M-950 M) adalah seorang tokoh Islam yang terkenal dalam bermain musik, menciptakan alat musik, dan bernyanyi. Bahkan Al-Farabi menulis kitab tebal tentang musik yang berjudul Al-Musiqa Kubra.

“Beliau suatu ketika menemukan alat musik yaitu al-qonun. Al-qonun itu perkembangannya yang sekarang jadi organ itu. Al-qonun itulah masih dipakai di Mesir ketika Umu Kultsum, masa lalu, sekarang sudah tidak ada,” ucap Kiai Said, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Jumat (9/3).

Menurutnya, suatu ketika Al-Farabi diundang pada sebuah jamuan makan malam oleh Gubernur Saifud Daulah di Damaskus. Setelah makan-makan, disuguhi hiburan penampilan sebuah grup musik dan nyanyian. “Kata Al-Farabi, ‘ah, nyanyinya enggak enak itu. Musik gambusnya juga enggak nyambung’. Si Saifud Daulah, Gubernur, kaget. ‘Apa Syekh ngerti, bisa musik?’ ‘Saya coba’. Maka gambusnya diambil oleh Al-Farabi, distel, beliau nyanyi,” cerita kiai Said.

Kiai Said mengisahkan, ketika Al-Farabi bermain musik dan bernyanyi, semua yang hadir pada jamuan makan malam itu tertawa karena lagunya jenaka. “Istirahat, minum-minum air putih atau teh, bukan minum khamr yang memabukan, bukan, makan-makan buah. Nyanyi lagi yang kedua,” ujarnya.

Ketika Al-Farabi bernyanyi lagi, semua yang hadir pada jamuan makan malam itu diliputi kesedihan, kenestapaan yang tiada taranya. Mereka serentak menangis sejadi-jadinya. “Orang-orang sedih, menangis, hatta gubernurnya,” lanjutnya.

Kemudian seperti semula, istirahat terlebih dahulu menikmati makanan dan minuman yang tersaji. Ketika Al-Farabi bermain musik dan bernyanyi lagi, semua orang yang ada di jamuan itu tertidur.“Gubernurnya pun tidur seketika. Beliau pulang, penjaga pintu pun tidur. Itu pengaruh musiknya Abu Nasr Al-Farabi. Ini apa mustahil? Tidak!” ucap Kiai Said.

Menurutnya, keistimewaan yang mirip seperti itu, dimiliki Nabi Dawud yang dikisahkan di di dalam Al-Qur’an. Suara Nabi Dawud, kalau membaca kita Zabur, besi pun bisa lunak, genteng-genteng pun berjatuhan. “Nabi Dawud itu suaranya indah banget,” tambah dia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menentapkan setiap tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional sejak 2013. Di tanggal itu merupakan hari kelahiran pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*