Sumber: nahdliyinsumedang.blogspot.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa NU sebagai organisasi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mempunyai visi dan misi yang sangat prinsip yang tidak akan pernah berubah dari dulu, sekarang, dan sampai kapanpun. Prinsip tersebut adalah prinsip Islam yang moderat, toleran, dan selalu memperkuat tiga ukhuwah (persaudaraan).

“(NU) tidak akan bergeser dari prinsip itu siapapun Rais ‘Aam nya, siapapun ketua umumnya,” tegasnya pada saat di wawancara di Metro TV, Jakarta, pada Senin (25/3).

Menurutnya, NU selalu memegang teguh tiga prinsip persaudaraan  yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan puncaknya yakni ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia). Ikatan persaudaraan sangat penting dimiliki oleh seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan negara yang damai dan jauh dari perpecahan.

Apalagi di masa-masa saat ini sudah terlihat lunturnya ukhuwah hanya karena Pemilu dan Pilpres. Ada orang yang menjadikan agama sebagai alat kepentingan politik. “Ini berarti meremehkan agama, tidak menghormati agama, mengotori agama-agama yang merupakan wahyu samawi (langit) yang membawa nilai universal untuk membangun masyarakat yang sejahtera, hidup dengan damai, nyaman,” ucapnya.

“Ketika agama dijadikan alat untuk politik, maka bisa dipastikan akan terjadi polarisasi. Bahkan lebih dari itu akan bermunculan sikap saling menghina dan terlebih saling mengafirkan,” tandasnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*