Sumber: nu.or.id

Bekasi, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa tujuan Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari membentuk organisasi NU adalah untuk membangun akhlak. Hal ini sejalan dengan agama Islam dan diutusnya Nabi Muhammad SAW untuk menyumpurnakan akhlak manusia.

innamaa bu’itstu li utammima makarimal akhlak. Di Madinah itu ada Muhajirin dan Ansor. Yahudi, dari berbagai suku juga ada. Semua rakyat, diperlakukan sama dan setara oleh Nabi Muhammad,” ungkapnya pada perayaan puncak Hari Santri 2018 Kabupaten Bekasi, di OSO Sport Centre, Grand Wisata, Tambun Selatan, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Senin (5/11).

Menurut Kiai Said, Nabi menyerukan agar tidak boleh ada ujaran kebencian dan permusuhan kecuali kepada orang-orang zalim karena melanggar hukum. Kita harus perangi mereka yang merugikan banyak orang, yang telah berbuat zalim, seperti para koruptor.

“Jadi, wa laa ‘udwaana illa ‘ala dzholimin. Hanya satu yang harus kita anggap musuh, yaitu mereka yang dzalim dan melanggar hukum, pejabat atau bupati yang korupsi,” ucapnya.

Keberhasilan membangun akhlak terlihat dari kuatnya persaudaraan. “Pembangunan akhlak itu dibuktikan dengan tiga macam persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama bangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia),” terang Kiai Said.

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*