Sumber: nu.or.id

Banyumas, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun oleh para nasionalis dan ulama berdasarkan asas kewarganegaraan, bukan berdasarkan asas kewargaagamaan. Indonesia merupakan negara yang menjunjung keberagamanan.

“Dengan kata lain, Indonesia adalah negara tamaddun, citizenship, muwathonah,” Kata Kiai Said saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan pengurus lembaga-lemabag di PCNU Banyumas, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (21/3).

Menurutnya, bentuk NKRI tersebut telah disepakati oleh para bapak pendiri bangsa yang plural, seperti Sukarno, KH Wahid Hasyim, Mohamad Hatta, Agus Salim, dan Mohamad Yamin.  “Indonesia didirikan antara lain oleh mereka, para nasionalis yang ulama dan ulama yang nasionalis,” ucapnya.

Kiai Said menegaskan, nasionalisme di Indonesia dibangun berdasarkan hati dan iman, berbeda dengan nasionalisme di Timur Tengah (Timteng) dan Eropa yang dibangun berdasarkan sekularisme. “Karena cinta tanah air sebagaian dari iman,” ungkapnya.

“Pancasila ada sebagai pemersatu bangsa, bukan pengganti agama,” tegasnya.

Indonesia dibangun di atas empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI. Sudah final, di bawah empat pilar itu, umat beragama dibebaskan menjalankan kepercayaannya masing-masing.  “Jadi jangan dipertentangkan Islam dan pancasila, kalau masih menolak pancasila silakan hijrah kenegaraan lainnya,” ujarnya.

Kiai Said menambahkan, bagi yang sepakat dengan NKRI, mari bersama-sama menjaga NKRI, bukan hanya menjaga secara letak geografis saja, tapi juga budaya, akhlak dan moralnya juga harus kita jaga. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*