Sumber: rmol.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun umat yang adil, umat penengah (ummatan wasathan). Dalam Al-Qur’an dinyatakan wakadzalika ja’alnakum ummatan wasathan. Menurutnya, Prinsip wasathiyah (moderat) inilah yang menjadi pondasi dan pegangan Nahdlatul Ulama sampai kapan pun dalam menuntun umat dan bangsa.

“Alhamdulillah NU akan memasuki usia 100 tahun. Dengan segala pengalaman, ada manisnya dan pahitnya. Kadang-kadang banyak temannya, kadang juga sendirian, tapi NU tetap akan bermanfaat bagi keberlangsungan Indonesia,” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (10/7).

Kiai Said menegaskan bahwa NU memegang prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun, i’tidal, dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan prinsip kemasyarakatan tersebut menurutnya NU akan terus mengalami kemajuan di tengah perubahan zaman.

“Selama prinsip itu dipegang, sampai kapan pun NU akan terus maju. Allah memerintah Nabi Muhammad untuk membangun organisasi, namanya umat, ummatan wasathan. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an,” ucapnya.

Namun demikin, Kiai Said tidak menampik menjelang satu abad usia NU, tantangan jamaah dan jam’iyah tidak mudah. Namun, melihat segala potensi yang ada di tubuh NU dan warganya, ia optimis NU akan selalu bisa menghadapi tantangan dan perubahan zaman. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*