Sumber: nu.or.id

Blitar, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa Nabi SAW sukses membangun umat yang tidak berdasarkan agama dan suku. Nabi berhasil membangun Kota Yastrib atau Madinah atas dasar pluralisme dan tanpa memandang adanya perbedaan. Nabi mampu menyatukan umat dalam keberagaman.

”Nabi Muhammad SAW berhasil menyatukan manusia tanpa melihat suku, agama dan bangsa,” ujarnya di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (27/3).

Menurutnya, Nabi Muhammad memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Karena meskipun sudah delapan tahun tinggal di Yastrib, dia ingin kembali ke Makkah. Pada waktu kembali ke Makkah, Rasulullah membawa belasan ribu tentara. Hal tersebut sempat membuat musuh Islam mengira prajurit muslim akan balas dendam.

“Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Rasulullah tidak mengizinkan prajuritnya melakukan dendam dengan kerendahan hati dan indahnya akhlak,” jelasnya.

Dalam menyampaikan dakwah islam, lanjut Kiai Said, Nabi sama sekali tidak pernah menyebut negara islam. Karena pasca hijrah ke Madinah dan kembali lagi ke Mekah, nabi tidak pernah memaksakan masyarakat non muslim untuk masuk islam. Sehingga keberhasilan dakwah Islam yang disampaikan Nabi berdasarkan akhlaqul’karimah (akhlak baik). Yaitu di mana Nabi selalu menunjukkan sikap tawasuth dan tasamuh.

“Jadi kalau dakwah itu jangan suka mengkafir-kafikan orang. Dakwah itu harus disampaikan dengan santun, tidak boleh radikal. Wallahi, nabi tidak pernah mengatakan negara islam. Karena saat memimpin Mekah, nabi bukan hanya mengayomi masyarakat muslim, masyarakat non muslim juga diperlakukan sama (muwathanah). Sehingga Nabi mampu menciptakan masyarakat yang madinah,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*