Sumber: islamramah.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa Allah dalam al-Qur’an telah memerintahkan agar kita berlaku adil kepada semua. Apapun jabatan kita, termasuk hakim dan pemimpin hendaknya dalam memutuskan suatu perkara dengan adil, sekali pun kepada diri sendiri atau orang yang tidak disukai.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Said pada pengajian Kitab Kasidah Burdah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (16/5).

“Kamu jadi lurah, kamu jadi KUA, Pengadilan Agama mau memutuskan masalah. Yang satu sahabat kamu: suka ngasih rokok, ngasih jajan. Yang satu orang yang gak suka kamu, tapi ini benar nih yang bukan sahabat, maka yang benar harus dibela, walaupun bukan sahabat, bukan saudara kita, bukan tetangga kita,” ucapnya.

Baca: KH Said Aqil: Kemanusiaan Harus Jadi Dimensi Utama Pembangunan

Dalam al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 8, Allah telah menyatakan: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

“Karena ini dulu gak dukung saya, walau pun bener gak dibela. Ini pendukung saya, walau pun salah dibela. Jangan. Itu nanti hakim yang dzalim,” kata Kiai Said menjelaskan. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*