Sumber: nu.or.id

Pati, Liputanislam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH Musthofa Bisri (Gus Mus) mengajak umat Islam untuk pandai bersykur kepada Allah SWT. Menurutnya, nikmat dari Allah harus disyukuri. Hal itu ia sampaikan saat ceramah di Lapangan Sepakbola Tiwongso Sokopuluhan Pucakwangi Pati Jawa Tengah, pada Rabu (15/8) malam.

Menurutnya, ada empat hal yang patut direnungkan dan disyukuri manusia. Pertama, bersyukur karena sudah diciptakan menjadi manusia. Karena banyak orang yang krisis syukur, terlalu mengabaikan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Seperti nikmat bernafas, kenikmatan yang diberikan Allah sangat banyak tapi terlewatkan oleh manusia. Sehingga ia lupa untuk bersyukur.

“Nikmat menjadi manusia yang telah diberi akal pikiran dan dimuliakan oleh Allah. Kita bisa merasa, bisa berfikir, bisa mengekspresikan dengan sempurna,” ucapnya.

Kedua, bersyukur karena Allah SWT mengangkat pemimpin Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam. Nabi itu manusia yang mengerti manusia, manusia yang memanusiakan manusia. Sehingga Nabi Muhammad bisa mengerti dan memaklumi atas kondisi umatnya.

“Beliau seorang suri tauladan yang baik, mencontohkan terlebih dahulu setiap hal yang diperintahnya. Jangan terbalik, belum menjalankan sudah merintah,” katanya.

Syukur ketiga, lanjut Gus Mus, menjadi orang Indonesia. Tinggal di Indonesia lebih nikmat dibandingkan negara lain. Iklim di Indonesia lebih stabil, antara cuaca panas dan dingin itu berimbang. Berbeda jauh dengan negara-negara yang suhu derajat panasnya di atas rata-rata bahkan terbilang panas sekali.

“Cuaca di luar negeri sangat ekstrim. Jika musim panas ya panas sekali, begitu juga saat musim dingin. Kita mestinya bersyukur ditakdirkan menjadi orang Indonesia, maka negara ini wajib kita jaga,” tegasnya.

Sementara yang keempat, bersyukur karena menjadi Warga Nahdlatul Ulama’ (NU). “Kiai Hasyim Asy’ari membentuk organisasi NU itu dengan tujuan memberikan kemaslahatan kepada seluruh umat manusia. Maka wajar jika NU semakin hari semakin tumbuh subur. Bahkan saat ini Warga NU di Indonesia berjumlah sekitar 90 juta jiwa,” ungkap Gus Mus. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*