Sumber: islamnet.id

Jombang, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengajak masyarakat Indonesia khususnya warga NU (Nahdliyin) untuk menjadi pribadi yang matang dalam segala bidang, baik dalam dunia politik maupun sosial budaya, terlebih pada bidang agama.  Menurutnya, warga NU jangan jadi kelompok yang grudak-gruduk (tidak tenang).

Demikian hal itu disampaikan Kiai Miftah saat menghadiri acara Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU dan peresmian Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (23/4).

“Warga NU jangan grudak-gruduk (grusa-grusu) untuk menanggapi segala persoalan yang datang. Jangan kalian (warga NU) menjadi kaum yang latah, yang grudak-gruduk, dan mudah kagetan,” katanya.

Kiai Miftah mengatakan bahwa sikap grudak-gruduk itu adalah tanda pribadi yang belum matang, ia tidak memiliki sikap yang tegas yang bersumber dari dirinya sendiri. Bahkan  seseorang yang demikian sangat bahaya, cenderung ikut-ikutan tanpa memiliki dasar yang kuat.

“Dalam salah satu Hadits Rasulullah, dan Hadits ini dulu sangat masyhur. Rasulullah menyebut ‘hai kalian jangan jadi kelompok immaah. Kemudian para sahabat kala itu bertanya siapa yang dimaksud kelompok itu?. Rasulullah menjawab adalah seseorang yang mana kala ada kelompok lain melakukan kebaikan, maka saya juga melakukan, tapi begitu juga kalau kelompok itu melakukan kejelekan, maka saya juga demikian (ikut-ikutan),” tuturnya.

Pada bagian akhir Hadits tersebut, lanjut dia, Rasulullah menekankan agar umatnya bisa memantapkan jati dirinya yang bisa memegang prinsip. “Makanya Rasulullah pada akhir itu mengatakan, mantapkan dirimu. Manakala orang melakukan kejelekan maka kamu jangan ikut-ikutan,” terang Kiai Miftah. (aw/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*