Sumber: nu.or.id

Surabaya, Liputanislam.com– Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengingatkan semua pihak agar bersama-sama menjaga suasana kondusif dan aman menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Menurutnya, jangan sampai hanya karena beda pilihan politik kita saling mengafirkan.

“Jangan sampai hanya karena salah ucap, salah bersikap, kita masih merasa Islam, namun oleh Allah sudah dianggap kafir. Kalau menurut Allah tidak kafir, lalu kita kafirkan, kita murtadkan. Maka yang menjadi murtad adalah yang mengafirkan. Termasuk beda pilihan presiden,” ucapnya di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (16/9).

Kiai Marzuki menjelaskan bahwa kebenaran memilih salah satu calon presiden dan wakilnya merupakan kebenaran ijtihadi, bukan termasuk kebenaran qath’i. “Itu bukan ijmaul Muslimin (kesepakatan orang Islam.red). Bukan kebenaran yang berdasarkan nash dalam Al-Qur’an,” ungkapnya.

“Jadi tidak boleh bahwa orang yang memilih salah satu calon mengafirkan orang memilih calon lainnya. Termasuk juga adalah orang yang dulunya memilih Jokowi kemudian memilih Prabowo atau sebaliknya, kemudian dianggap murtad, dianggap bajingan. Jangan seperti itu,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak kita semua untuk saling mengingatkan agar tidak terjebak sikap seperti itu. “Barangkali ada teman yang pro salah satu pihak kemudian mengafirkan pendukung pihak satunya, mari kita ingatkan. Demi keselamatan kita agar tidak su’ul khatimah,” terangnya.

“Beda pendapat tapi tetap utuh itu jauh lebih baik daripada sama pendapat tapi bertikai,” ungkap Kiai Marzuki mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*