Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua MUI sekaligus Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa para ulama harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan umat. Adanya perubahan zaman mengharuskan juga perubahan pola dakwah yang ia sebut dengan istilah transformatif.

“Permasalahan dan tantangan keulamaan terus berkembang. Ulama harus transformatif dalam mengikuti kebutuhan dan perubahan zaman,” tuturnya saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) II yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU di Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat, seperti dilansir NU Online, pada Senin (23/7).

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa transpormatif yang ia maksud ialah ulama yang mampu memberikan perubahan di segala lini kehidupan umat dan bangsa. “Oleh karena itu, syuriyah harus memiliki empat sikap, yaitu faqihun, munadzim, muharrikkun, dan mutabari’un,” ucapnya.

Kegiatan PPWK II ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian kegiatan Pelatihan Pengkaderan Wawasan Keulamaan NU tahun 2018 setelah PPWK I dilaksanakan pada 2017 lalu. Kegiatan ini mengangkat tema NU, Islam, dan Kebangsaan.

Kegiatan PPWK ini dihadiri oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, Sekretaris Lakpesdam Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI Ahmad Zayadi, dan wakil Ketua LBM PBNU KH Moqsith Ghazali. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*