Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa upaya menangkal radikalisme harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, warga NU (Nahdliyin) harus aktif terlibat melawan radikalisme. Caranya adalah dengan terus menyebarkan paham moderat, yakni Islam yang toleran.

“Dalam rangka mengajarkan paham Islam yang moderat, paham Ahlussunnah wal Jamaah, pahamnya Nahdlatul Ulama, itu fikrah-nya, caranya, berpikirnya adalah moderat. Kita menolak setiap bentuk pemahaman radikal atau intoleran,” ucapnya di Gedung PBNU Jakarta, pada Senin (2/4).

Menurut Kiai Ma’ruf, upaya mencegah radikalisme harus dilakukan sejak dini kepada anak-anak dan remaja, yakni dengan menanamkan paham Islam moderat. “Jangan sampai warga NU menjadi radikal. Kan aneh,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa media sosial (medsos) mempunyai pengaruh besar terhadap cara berpikir orang. Orang-orang yang tidak mempunyai pemahaman keagamaan moderat, akan mudah terporvokasi dan terpengaruh oleh medsos. Indonesia harus terbebas dari radikalisme, sebab konflik dan kegaduhan yang terjadi akibat paham radikalisme.

“Kenapa radikal, karena sejak kecil sudah diprovokasi oleh orang, dididik mereka melalui medsos, melalui lain-lain. Tidak pernah bergaul, tidak pernah ada interaksi sosial, tiba-tiba menjadi radikal. Mereka dibina melalui medsos, tanpa diketahui oleh lingkungan, keluarga sehingga radikalisme bahaya sekali,” katanya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL