Sumber: nu.or.id

Mataram, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa para ulama dan santri mempunyai peran besar dalam perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf pada Pembukaan Munas dan Konbes NU di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (23/11).

Menurutnya, contoh nyata peran santri dan ulama dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia ialah terbitnya fatwa jihad sebagai momentum yang kuat bagi bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah saat perang 10 November di Surabaya.

Kiai Ma’ruf menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Hari Santri, lanjut dia, merupakan bentuk pengakuan negara, meski itu terjadi setelah 70 tahun. “NU menyampaikan terima kasih kepada Presiden,” ucapnya.

Kehadiran Presiden Jokowi di Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, menurut Kiai Ma’ruf menunjukan besarnya perhatian presiden kepada NU. “NU punya tanggung jawab besar mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Itu harus diemban semua pengurus dan warga NU,” tuturnya.

Acara pembukaan Munas dan Konbes NU 2017 dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair, Menag Lukman Hakim Saifuddin,dan Gubernur NTB TBG Zainul Majdi. Tampak hadir juga undangan dan ribuan warga nahdliyin (warga NU). (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL