Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com— Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyampaikan akan pentingnya olahraga dan seni. Menurutnya, Allah telah memperingatkan di dalam Al-Qur’an agar jangan sampai generasi saat ini melahirkan generasi yang lemah. Ini artinya jangan sampai generasi Nahdlatul Ulama (NU) hari ini melahirkan generasi lemah di masa yang akan datang.

“Hendaknya mereka khawatirkan meninggalkan keturunan lemah,” ucapnya pada saat meresmikan peluncuran Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nasional (Persemanas) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (12/4).

Menurutnya, lemah yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu adalah lemah dari sisi aqidah, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. “Makanya harus digiatkan olahraga. Kecuali seperti orang kayak rais aam (Kiai Ma’ruf), sudah tidak kuat lagi olahraga,” katanya.

Bahkan di dalam fiqih, lanjut dia, ulama-ulama telah memberikan panduan agar tidak melahirkan generasi yang lemah, di antaranya anak yang baru lahir harus diberi ASI.  “Maka di dalam I’anah (I’anatut Thalibin), Bajury ada ketentuan pentingnya bayi diberi ASI saat pertama lahir. Dalam bahasa kedokteran disebut colostrum, susu yang keluar dari ibu yang baru melahirkan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga menyampaikan pentingnya seni di dalam kehidupan ini. Menurutnya, umat Islam harus memiliki jiwa seni. “Kalau tidak memiliki jiwa seni, akan gersang. Kering terus,” tegasnya.

Seni yang harus dijalankan umat Islam adalah yang tidak bebas nilai. Seni yang memperhatikan norma agama, hukum. “Bukan seniman yang melewati batas. Tetapi seniman yang bernilai agama. saya pikir ini penting untuk terus kita kembangkan,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*