Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyampaikan pentingnya kajian kitab Adabul ‘Alim Wal Mutaallim yang dikarang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Hal itu ia sampaikan pada acara Teleconference Ngaji Kitab Adabul ‘Alim Wal Mutaallim di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/1).

“Penting sekali, apalagi kitab itu kitab yang dikarang Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari,” ucapnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, melalui ngaji kitab yang disusun pendiri NU ini, Nahdliyin bisa menggali cara berpikir, bertindak, berharakah, dan bermuamalah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku lebih senang lagi karena yang membaca kitab ini Habib Umar bin Hafidz dari Hadramaut. “Seorang ulama yang luar biasa, yaitu Habib Umar bin Hafidz dari hadramaut,” katanya.

Bahkan pengajian yang diselenggarakan untuk ketiga kali ini menjadi lebih menarik karena terjadi kolaborasi antara pengarang dan pembaca kitab. “Jadi, ini kombinasi yang luar biasa. Karena itu, menurut saya, ini penting,” ujarnya kembali.

Kiai Ma’ruf Amin yang juga sekarang menjabat Ketum MUI ini mengatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan pengajian yang dilakukan melalui teknologi selama hal tersebut untuk kebaikan, termasuk untuk mencari ilmu. “Kita memanfaatkan teknologi untuk kepentingan mendalami ilmu,” ungkapnya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL