Sumber: nu.or.id

Bandung, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa pesantren merupakan salah satu pilar yang menjaga perbedaan dan keberagaman bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kiai Ma’ruf berharap pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bahkan, pesantren mesti terus memperbaharui metodologi pembelajarannya.

“Metode pendidikan di pondok pesantren harus terus diperbaharui dengan mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Kiai Ma’ruf pada pada acara Zikir dan Silaturahim Akbar untuk Nusantara Berkah yang mengangkat tema, “Dari Santri untuk NKRI” di kampus Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (29/10).

Kiai Ma’ruf yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI mengatakan, bahwa teknologi dapat menjadi wadah pengkaderan para santri. Sehingga, santri handal dalam penguasaan teknologi. Dengan adanya kemampuan ilmu dan teknologi yang baik, maka santri kedepannya dapat menjadi kiai atau pemimpin yang diteladani masyarakat.

“Kalau santrinya pintar, maka nanti akan menjadi kyai yang pintar dan jadi teladan. Bukan cuma umat Islam tapi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Dengan adanya kiai yang ahli dalam teknologi, lanjut dia, maka bangsa Indonesia akan senantiasa berada dalam situasi yang damai, aman, dan menyejukkan. Kehadiran para kiai akan mampu meredam dan menjauhkan masyarakat dari ajaran radikal dan intoleran.

Pada kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga kembali menegaskan bahwa NU selalu siap menjaga dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Siapapun yang berniat merusak negara, akan berhadapan dengan kiai dan santri NU,” tegasnya. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL