Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) terus berkomitmen memberdayakan umat dan warga bangsa. Menurutnya, pemberdayaan itu penting guna mengurangi kemiskinan dan tidak membahayakan negara. Hal itu ia sampaikan pada peresmian pembangunan dan renovasi Gedung PBNU 2 Jakarta Pusat, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (6/4).

Menurutnya, pemberdayaan itu dibagi menjadi dua. Pertama adalah pemberdayaan ekonomi umat, dan hal ini bagi NU termasuk fardu kifayah. “NU harus ambil bagian seperti disebutkan bahwa fardu kifayah itu menangkal dan menghilangkan bahaya kelaparan agar tidak sampai ke tingkat bahaya,” ujarnya.

NU juga harus turut menghilangkan kekurangan sandang dan pangan baik Muslim maupun non-Muslim. Kiai Ma’ruf Amin menyebut hal itu sesuai ilmu fikih termasuk menghilangkan mudarat (keburukan). “Mengambil upaya pemberdayaan tidak hanya warga NU, tapi juga seluruh warga bangsa,” tegasnya.

Pemberdayaan kedua, lanjut Kiai Ma’ruf, adalah penguatan ekonomi bangsa. “Kita terus terang memimpikan negara ini tidak hanya menjadi negara pengimpor, tapi pengekspor. Kita ini selama ini apa-apa impor. Garam impor, jagung impor. Kita harus mengubah negara ini agar berjaya,” ucapnya.

Indonesia bisa menjadi negara yang berjaya melalui ekspor, potensi sumber daya yang Indonesia miliki terbilang cukup. “Sumber daya kita cukup. Sumber daya manusia kita cukup, sumber daya alam kita cukup,” katanya.

Kalaupun ada kekurangan adalah dalam hal teknologi dan permodalan, namun sebenarnya hal tersebut dapat diatasi. “Tinggal bagaimana komitmen Pemerintah mengubah negara ini menjadi negara pengekspor. Kita harus lakukan lompatan yang besar,” tambahnya. (ar/NU Online).

 

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL