Sumber: nu.or.id

Surabaya, Liputanislam.com– Rais ‘Aam PBNU sekaligus Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Indonesia merupakan suatu bangsa yang dibentuk berdasarkan kesepakatan para pendiri bangsa. Indonesia berbentuk negara kesatuan yang berlandaskan Pancasila. Oleh karena itu, paham khilafah tidak sesuai di Indonesia.

“Islam di Indonesia ini disertai kesepakatan-kesepakatan. Beda dengan Saudi yang Islam saja, kita ini majemuk. Kita Islam, Islam Nusantara. Islam beserta kesepakatan,” katanya saat di gedung PWNU Jatim di Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya, pada Senin (3/9).

Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa masyarakat kita harus menolak tegas masuknya paham Islam (khilafah) yang tidak sesuai dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, ajaran tersebut telah menyalahi kesepakatan yang dibangun bersama di Indonesia.

“Orang bertanya, kenapa khilafah ditolak di Indonesia? Khilafah itu islami. Tetapi yang islami bukan hanya khilafah, kerajaan juga islami. Ada kerajaan Yordan. Kalau begitu kenapa ditolak? Bukan ditolak, tapi tertolak. Itu otomatis karena menyalahi kesepakatan,” ujarnya.

Kiai Ma’ruf berpesan kepada masyarakat Indonesia khususnya warga NU agar bisa menjaga kedamaian. Apalagi menjelang pemilihan presiden 2019 mendatang. Tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan ideologi bangsa. Menurutnya, kita seharusnya bisa bersatu secara utuh melalui kesepakatan bersama yakni Pancasila.

“Tidak ada lagi konflik, bangsa ini utuh, karena negara ini dibangun di atas landasan kuat yang tidak boleh lagi dipersoalkan. Negara ini dibangun atas landasan UUD 1945,” tegasnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*