Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri yang aman dan damai. Oleh karena itu, menurutnya dalam keadaan damai tidak boleh menggunakan ayat-ayat perang.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf pada peringatan Nuzulul Qur’an dan Doa Bersama untuk “Keselamatan Bangsa” di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/5).

Ia mencontohkan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 191. “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka (orang-orang kafir), dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah)”. Menurutnya, ayat tersebut sangat berbahaya jika diterapkan dalam kondisi damai karena ayat itu terkait dalam situasi perang.

Baca: Pasca Pemilu, Kader Fatayat NU Harus Jadi Pendamai Warga

“Situasi perang itu kalau tidak membunuh ya dibunuh. Pilihannya membunuh atau dibunuh. Tapi ketika dalam suasana damai, ayatnya bukan itu,” terangnya.

Dalam situasi damai, seharusnya ayat yang dipakai adalah Surat Al-Mumtahanah ayat 8. “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu”.

“Jadi Indonesia negara damai maka tidak boleh menggunakan ayat-ayat perang. Ini juga perlu diluruskan,” katanya. (aw/NU/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*