Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengajak para kiai NU untuk menjadi kiai yang bukan hanya pintar dalam hal agama, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan masyarakatnya. Menurutnya, para kiai harus bisa mengorganisasikan umat.

“NU itu jamiyyah. Oleh karena itu kiai harus menjadi organisator. Bagaimana kiai juga harus menggerakkan dan mengorganisasikan umat,” ucap Kiai Ma’ruf saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Wawasan Keualamaan (PPWK) dan Hari Lahir Lakpesdam PBNU di Jakarta, seperti dilansir nu.or.id, pada Kamis (20/4).

Kiai Ma’ruf Amin juga meminta kepada para kiai agar tidak hanya bergerak sendiri seperti gasing. “Saya minta kiai jangan jadi kiai gasing. Dia muter sendiri tapi pengurus dan umat tidak bergerak. Kiai muharrik dan kiai gasing itu berbeda,” ungkapnya.

Menurutnya, NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan harus benar-benar besar dan kuat. Oleh karena itu, ia meminta pengurus tanfidziyah dan pengurus syuriah untuk terus mengembangkan NU. “Tanfidziyah dan syuriah harus menggerakkan,” ujarnya.

Kiai Ma’ruf juga mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada dunia pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat lahirnya para ulama dan kiai. Ia juga mengingatkan akan pentingnya ulama bagi bangsa ini. “Mencetak ulama itu penting. Kalau tidak dicetak maka habis nanti. Dan pondok pesantren itu pabriknya untuk mencetak ulama,” tutur Kiai Ma’ruf. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL