Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin mengingatkan masyarakat agar melakukan seleksi ketat tehadap konten media sosial (Medsos). Menurutnya, Walaupun memiliki manfaat yang sangat besar dari sisi komunikasi dan informasi, tetapi tidak jarang medsos dan konten di dalamnya menimbulkan kegaduhan seperti hoax, fitnah dan ujaran kebencian.

“Jangankan yang bohong, yang benar pun kalau akan menimbulkan ketidakbaikan, itu tidak boleh. Peristiwanya benar, tapi bisa menimbulkan kegaduhan juga tidak boleh,” ucapnya pada acara “Silaturahmi Nasional I Stakeholders Konten Keislaman” di Hotel Santika TMII Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada sabtu (9/12).

Menurut Kiai Ma’ruf, tidak hanya di media, akan tetapi dalam hal penerbitan buku juga masih banyak buku-buku yang menyimpang. Baik dari sisi agama maupun pemahaman kebangsaan dan kenegaraan. “Kalau perbedaan ditolelir tapi kalau penyimpangan tidak ada toleransi,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, MUI membuat Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) sebagai ikhtiar meneliti konten dan memberikan sertifikasi kepada buku yang baik. LPBKI MUI akan men-tashih buku-buku dan konten keislaman apakah terdapat penyimpangan atau tidak.

Sementara, terkait dengan komitmen kebangsaan, Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Indonesia bisa damai dan rukun di tengah kemajemukan yang ada karena ada keinginan untuk bersatu, memiliki kesepakatan (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) serta bisa menjaga kesepakatan tersebut. “Banyak orang yang punya kesepakatan tapi tidak bisa menjaganya. Di tengah jalan bubar,” jelasnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*