Sumber: nu.or.id

Banten, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengimbau kepada segenap masyarakat agar bijak menggunakan media sosial (medsos). Menurutnya, medsos hendaknya dimanfaatkan secara benar untuk menyebarkan kebaikan. Jangan sampai medsos dijadikan sebagai penyebar hoax yang membuat gaduh.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat membuka kegiatan Kick Off Pembekalan dan Pelatihan Media Digital sebagai Penunjang Ekonomi Umat yang diadakan Pimpinan Pusat Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN NU) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Banten, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (24/4).

Kiai Ma’ruf berharap keberadaan medsos dapat memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila dari ancaman ekstrimisme dan radikalisme. Dan untuk mencapai itu semua harus ditanggulangi bersama-sama antara masyarakat, pemerintah dan organisasi yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya gerakan media sosial ini, masyarakat terutama kaum santri dan pemuda dapat menggunakan secara bijak dalam menyebarkan berita yang benar. Karena saat ini perang kita adalah perang medsos (media sosial) bukannya memakai perang senjata,” katanya.

Kiai Ma’ruf mengatakan bahwa Islam Nusantara atau Islam Aswaja adalah Islam yang mengakomodasi tradisi dan kultur dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat. “Serta tanpa kekerasan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Islam Nusantara berbeda dalam cara berpikir dan berperilaku dengan umat Islam di Timur Tengah yang sering diwarnai tindak kekerasan,” ujarnya.

Nilai lebih dari Islam Nusantara, lanjut dia, ketika menghadapi masalah dan tidak ada dasarnya dalam teks yakni ayat-ayat dalam Al-Quran, maka dikaji lebih dahulu berdasarkan hadits, pendapat para ulama, dan sebagainya. “Itu dilakukan dengan pendekatan kebaikan, maslahat, istihsan dan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama,” ucapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*