Sumber: nu.or.id

Taipei, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin berpesan kepada masyarakat agar belajar agama melaui guru atau pemimbing. Menurutnya, belajar agama jangan hanya melalui internet atau media sosial (medsos), sebab informasi di medsos sangat rawan penyimpangan, apalagi belajarnya tanpa pemimbing.

“Beragama itu harus melalui guru. NU sudah memberikan panduan keagamaan yang perlu dipegangi. Belajar agama jangan hanya melalui internet. Bisa bahaya,” ujar Kiai Maruf di hadapan ribuan jamaah NU Taiwan dalam Istighotsah dan Tabligh Akbar di pusat Kota Taipei Main Station, Taiwan, pada Minggu (15/10).

Belajar agama itu, lanjut dia, melalui guru. Sebab, jika kita keliru memahami sesuatu, nanti ada yang memberi tahu, ada yang memimbing. “Di sinilah pentingnya berjamaah dan berjam’iyyah. Belajar agama itu dari ulama,” ucap Kiai Ma’ruf.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan akan pentingnya beristiqamah dalam beragama di manapun berada. Menurut Kiai Maruf, pada hari Kiamat nanti orang-orang akan dibangkitkan dan digiring secara berkelompok. Kelompok orang beriman dan kelompok orang kafir.

Kiai Ma’ruf juga menjelaskan tentang posisi NU dalam beragama. “Salah satu manhaj NU yang harus dipedomani adalah tawassut dan tawazun. Prinsip agama yang dipegang NU adalah moderat. Tidak kaku dan bersifat tekstualis, serba haram dan kafir atau sebaliknya,  tidak liberal dan menafsirkan agama hanya dengan akal, yang kemudian melahirkan ajaran yang permisif dan serba boleh  sehingga membongkar norma agama,” terangnya

“NU punya manhaj yang jelas. Jadi kalau NU tidak mungkin jadi teroris. Demikian sebaliknya, NU tidak mungkin jadi liberal. Kalau orang liberal ngaku NU, itu ngaku-ngaku tapi tidak ikut manhaj NU,” tegas Kiai Ma’ruf. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL