Sumber: nu.or.id

Bekasi, LiputanIslam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk menggerakkan dan menghidupkan gerakan ‘Ayo Mondok’. Menurutnya, jangan sampai pondok pesantren  tidak tersisa lagi. Sebab, pesantren merupakan tempat untuk menyiapkan orang-orang alim. Pesantren sebagai wadah bagi penerus Nabi untuk senantiasa mendakwahkan agama.

“Kita harus gerakkan orang untuk mondok. Supaya ada orangtua yang mengirim anaknya ke pondok pesantren. Minimal, salah satu anak di dalam keluarga dikirim ke pondok. Tapi dikirimnya itu anak yang pintar dan cerdas, biar nanti jadi kiai juga yang cerdas,” ucapnya pada peringatan Haul ke-15 KH Muhammad Dawam Anwar, di Aula Pondok Putra Yapink, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, seperti dilansir NU Online, pada Senin (29/1).

Menurut Kiai Ma’ruf, para orang tua hendaknya mengirimkan anak-anak yang cerdas dan baik. Bukan malah mengirimkan anak yang nakal. Sebab, jika yang nakal dikirim, maka dikhawatirkan pondok pesantren berubah fungsi yang tadinya sebagai pencetak orang-orang yang paham agama, menjadi pusat rehabilitasi anak-anak nakal.

“Maka, kalau ngirim anak ke pondok, kirimkan anak-anak yang cerdas karena dia yang akan menuntun masyarakat, yang akan mencari solusi dari berbagai problematika kehidupan masyarakat. Supaya anak-anak yang dimasukkan ke pondok itu mampu menghadapi beragam permasalahan yang terjadi di lingkungannya,” ungkapnya.

Gerakan ayo mondok, lanjut dia, itu sangat penting. Sebab, sekarang sudah banyak orang-orang yang tidak paham agama tapi langsung menjadi mubaligh atau penceramah di televisi. Oleh karenanya, orang-orang pesantren harus mampu tampil ke depan memberikan pemahaman agama yang benar, Islam yang moderat, Islam yang toleran dan ramah.

“Bahkan pernah penceramah di televisi, menulis huruf arab salah. Orang seperti itu kok ceramah?” kata Kiai Ma’ruf. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL