Sumber: detik.com

Bogor, Liputanislam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Calon Wakil Presiden Nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk melestarikan ilmu ulama dengan menitipkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Sebab, di pesantren anak-anak dididik untuk menjadi ulama sebagai pewaris Nabi, dan nantinya dapat memberikan bimbingan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat menghadiri Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Pondok Pesantren Raudlatul Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat (Jabar), seperti dilansir republika.co.id, pada Minggu (6/1).

“Saya mengajak para jamaah untuk menitipkan anak-anaknya (di pesantren) agar bisa dididik menjadi ulama, karena kalau ulama sudah tiada, santri juga tidak ada, nanti masyarakat mengangkat orang bodoh untuk jadi ulama,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Allah tidak lagi mengutus Nabi. Tetapi ada para ulama yang berperan sebagai pewaris para Nabi. Namun para ulama juga tidak abadi, satu persatu mereka wafat. Itulah yang disampaikan Nabi bahwa Allah mencabut ilmu dari dunia ini bukan dengan cara membuat bodoh ulama tetapi dengan mewafatkan ulama.

“Allah SWT dalam membimbing manusia dengan cara mengurus para Nabi, sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW diutus untuk membimbing manusia dari kezaliman menuju jalan yang lurus, benar, terang benderang, minadz zulumati ilan nur,” ungkapnya.

Mendidik anak di pesantren, lanjutnya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Allah telah memperkenankan lahir dan tumbuh sebagai Muslim. Juga, telah membimbing masyarakat Indonesia melalui karomah para wali dan ilmunya para ulama. Kita mesti bersyukur hidup di negeri yang damai, asri, dan mendapat bimbingan keislaman dari para ulama yang berdakwah dengan sejuk penuh kasih sayang. (ar/republika).

 

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*