Sumber: nu.or.id

Bekasi, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Manarul Hidayat menyatakan bahwa muslim yang baik pasti akan memanggil Nabi Muhammad SAW dengan didahului sebutan Sayyidina, apalagi bagi warga NU (Nahdliyin). Menurutnya, kita hendaknya menyebut Sayyidina dan bershalawat kepada Nabi. Kalau dalam keadaan susah, baca shalawat, nanti Allah berikan kemudahan.

“Banyakin shalawat. Ada kesusahan baca shalawat. Nanti Allah tunjukin jalan yang bener,” ucapnya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Milad ke-4 Majelis Ta’lim Hubburrasul di Masjid Jami’ Al-Ikhlas, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (31/1).

Menurut Kiai Manarul, sebagian besar umat Islam di Indonesia berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah selalu memperbanyak shalawat manakala kesusahan melanda. Silaturrahim antara sesama umat Islam terjaga karena di beberapa masjid diadakan pertemuan dengan kemasan cinta kepada kekasih Allah.

“Selama shalawat ada, Indonesia akan terus bangkit. Semakin shalawat dijauhkan, negara akan hancur. Tetapi, semakin dibid’ah-bid’ahkan, shalawat akan terus hadir di setiap sudut kampung di negeri ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan solusi yang ditawarkan untuk menghadapi zaman now. “Ada tiga cara untuk menghadapi zaman jahiliyyah now. Sekarang ini namanya zaman jahiliyyah now. Bukan lagi zaman jahiliyyah old. Jahiliyyah now lebih jahat dari jahiliyyah old. Oknum pejabat banyak yang pintar, sekolah tinggi, tapi bodoh. Buktinya, KTP yang tipis begitu, dimakan juga, eh tiang listrik ditabrak,” ujarnya.

“Pertama, umat Islam wajib kembali membaca, meneliti, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Kedua, senantiasa meramaikan masjid. Ketiga, wajib memperkokoh persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah, ukhuwah Insaniyah),” terang Kiai Manarul. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*