Sumber: liputanislam.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin menyatakan bahwa sudah seharusnya kaum intelektual, cerdik cendekia, alim ulama, para santri, atau kaum terpelajar memiliki sifat tawadlu’ (rendah hati). Serta menjauhi arogansi, keangkuhan, besar kepala, kesombongan, atau kekagumaman pada diri sendiri.

“Karena sifat rendah hati itu lebih menarik simpati, sedangkan sifat sombong itu tidak disukai dan membuat orang lain menjauhi. Bagi setiap orang, kesombongan itu buruk, sedangkan bila sifat itu melekat pada ulama atau kaum cerdik pandai, maka itu lebih buruk lagi,” ujarnya seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Rabu (4/4).

Akhlak yang mulia dan sikap rendah hati, lanjut dia, sudah sepatutnya dimiliki kaum intelektual. Sebab, sikap ulama dan cerdik pandai itu memiliki kecenderungan bakal diikuti dan diteladani sebagai panutan. Ketika seorang panutan melakukan sesuatu, terlebih perilaku yang buruk, maka sangat mungkin ditiru secara membuta oleh pengikut fanatiknya.

“Bila idola panutannya itu suka memaksakan kehendak, merasa benar dan pintar sendiri, bicara kasar, suka mencaci-maki, mencela, melaknat, dan menjelek-jelekkan lawannya di muka umum, bahkan hingga terang-terang memfitnah, maka itu semua merupakan ciri kesombongan yang melekat di hatinya, yang sangat boleh jadi ditiru oleh pengikutnya,” ungkap Gus Ishom.

“Kesombongan pemimpin itu menular cepat kepada para pengikutnya,” ucapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*