Sumber: fahmina.or.id

Cirebon, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon KH Husein Muhammad mendorong para pemuda untuk lebih banyak membaca, berkumpul, dan berdiskusi tentang hal-hal positif. Hal itu disampaikan kiai Husein dalam acara bedah buku terbarunya di Café Addakhil di kawasan Majasem Kota Cirebon, seperti dilansir fahmina.or.id, pada Selasa (11/4).

Menurut kiai Husein,  pada masa muda merupakan waktu yang tepat untuk mengasah kemampuan terutama dalam bidang akademik untuk mempersiapkan kehidupan masa depan yang lebih cemerlang. Ia juga menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca orang Indonesia.

“Indonesia saat ini termasuk salah satu negara terendah dalam hal  minat bacanya dibandingkan dengan negara lain yang maju. Dalam beberapa buku saya yang dicetak  menceritakan tentang sosok Gus Dur di antaranya Sang Zahid dan Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus, saya menyampaikan betapa sepanjang hidupnya Gus Dur hidupnya dengan membaca,” ucapnya.

Kiai Husein yang juga pendiri Fahmina Institute ini menyampaikan bahwa dirinya hingga kini terus menulis dan mengembangkan ide-idenya. Ia menyatakan, dalam hidupnya ingin meninggalkan sesuatu yang dapat hidup selamanya yaitu sebuah karya yang bisa ditransformasikan terhadap khalayak banyak tentang pengetahuannya. “Saya ingin meninggalkan sesuatu yang dapat hidup selamanya yaitu sebuah karya yang dapat dibaca oleh semua orang salah satunya dengan menulis,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, kiai Husein menyampaikan isi buku terbarunya yang berjudul ‘Merayakan Hari-Hari Indah Bersama Nabi Muhammad SAW’. “Di dalam buku ini mengisahkan bagaimana Nabi hidup di tengah keluarga yang sederhana, seorang yatim, yang tinggal di negeri yang begitu tandus namun beliau menunjukkan dirinya sebagai seorang yang mampu merubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang maju.  Nabi adalah tokoh supra revolusioner. Ketika Nabi dalam waktu yang singkat mampu menyusun deklarasi tentang sistem negara yang merupakan cikal bakal negara bangsa yang memunculkan dasar-dasar kemanusiaan yang disebut dalam piagam madinah,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan sosok nabi bukan seorang yang pendendam meskipun diperlakukan dengan tidak layak oleh musuh-musuhnya. Kiai Husein mengungkapkan, bahwa Nabi  juga sangat sayang dan cinta kepada umatnya. (Ar/Fahmina).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL