Sumber: arrahmahnews.com

Batam, Liputanislam.com– Rais Majelis Ilmi Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahsin Sakho Muhammad mengatakan bahwa imam masjid harus mampu menjadi teladan. Menurutnya, tanggung jawab imam itu besar. Oleh karenanya, persyaratan menjadi imam bukan hanya aqro’ (bagus dan benar bacaannya), tapi juga afqah (paham benar tentang keagamaan).

“Imam bukan hanya sebagai pemimpin shalat, tapi imam masjid itu pemimpin umat, harus bisa menjadi teladan,” katanya pada pada acara pelatihan para imam masjid se-Kota Batam yang diselenggarakan Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (17/2).

Menurutnya, sejarah dalam peradaban Islam yang memotret bagaimana sosok imam masa lalu, menjadi acuan para imam kini dan esok. Oleh karenanya, IPIM harus mampu melahirkan kader imam yang teladan. “Bahkan IPIM harus menyiapkan kader para imam yang andal melalui program IPIM 2025 misalnya,” ungkap Kiai Ahsin.

Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Cabang Batam yang juga Sekretaris JQH PWNU Kepri, KH Achmad Ridho Amir mengatakan bahwa pelatihan itu sudah memasuki angkatan kesembilan. IPIM dibentuk pada tahun 2004 di Batam sebagai wadah Silaturahim, mudzakaroh serta menyiapkan, meningkatkan peran dan fungsi imam yang semakin berwawasan luas ldan professional.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Batam, H. Erizal dalam sambutannya menyampaikan persoalan regulasi pemerintah tentang imam dan masjid. Ia juga menyampaikan masalah-masalah fiqih yang terkait dengan masjid seperti bagaimana hukum makan di dalam masjid, memukul rebana, dan lain-lain. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*