Sumber: NU Online

Bandung, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  KH Ahmad Mustofa Bisri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah menyebut orang lain munafik. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara pengajian yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Barat, di Masjid Raya Bandung, seperti dilansir oleh NU Online pada Jum’at (31/3).

KH Mustofa Bisri atau yang biasa dipanggil Gus Mus itu menjelaskan tentang dua pembagian orang Islam, yakni mukmin dan munafik. Istilah munafik itu kebalikannya mukmin. Oleh karena itu, mukmin adalah orang yang imannya berada di luar dan dalam, sedangkan orang munafik imannya hanya di luar saja.

Menurutnya, karena kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui apa yang ada dalam diri orang lain, maka kita tidak perlu menyebutnya munafik. “Jadi, anda tidak bisa mengatakan seseorang munafik, kenapa? Karena anda tidak tahu dalamnya, kalau anda bisa berarti anda terlalu berani, mengaku seperti kanjeng Nabi Muhammad,” ujarnya.

Gus Mus juga memaparkan bahwa bahwa Al-Qur’an itu memiliki kandungan sastra yang sangat tinggi, sehingga untuk memahaminya diperlukan berbagai ilmu, di antaranya seperti Ilmu al-Qur’an, ilmu tafsir al-Qur’an, ilmu asbabun nuzul al-Qur’an.

Ia juga mengaku heran, ada orang yang baru baca terjemahan Al-Qur’an saja, sudah berani berfatwa dan menyebut orang lain munafik. “Ini cuma lihat terjemahan Departemen Agama, berfatwa lagi. Ini luar biasa beraninya. Ini kacau, masyarakat jadi kacau. Kalau di atas langit ada langit lagi, maka di bawah ada yang lebih bumi lagi. Di bawah yang bodoh, masih banyak yang bodoh lagi,” tuturnya. (Ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL