Sumber: nu.or.id

Serang, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Manan menyatakan bahwa NU harus mengerti keinginan dan kebutuhan umat. Menurutnya, NU bukan hanya kerumunan orang, melainkan sebagai jam’iyah. Hal itu ia disampaikan pada Konferensi Wilayah (Konferwil) IV PWNU Banten dengan Tema Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah Untuk Umat dan Bangsa, di Serang Banten, pada Sabtu (28/7).

Menurutnya, keinginan dan kebutuhan umat itu bisa dilihat dari doanya setelah shalat. Pertama, umat itu berdoa Allhumma inni as’aluka salamatan fi ad-din. Mereka menginginkan keselamatan agama. Keagamaan mereka perlu dijamin. “Paham aswaja ini perlu  terus dikawal oleh segenap pengurus NU,” ucapnya.

Kedua, Wa ‘afiyatan fi al-jasad. Mereka menginginkan kesehatannya terjamin. “Kita perlu memikirkan, bagaimana agar warga NU itu sehat. NU perlu memikirkan kesehatan nahdliyin. Dirikan rumah sakit NU, berikan pelayanan kesehatan murah. Bahkan, kalau bisa pelayanan kesehatan gratis,” terangnya.

Ketiga, waziyadatan fi al-‘ilm. Mereka membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Lembaga pendidikan NU harus diperbaiki sumberdaya, prasarana dan mutunya. Keempat, wabarakatan fiar-rizq. Mereka menginginkan keberkahan dalam hartanya. “Yang punya kontak langsung dengan warga perlu membuat program pemberdayaan ekonomi warga NU,”  kata Kiai Abdul.

Serta yang kelima, wataubatan qabla al-maut. Mereka menginginkan husnul khatimah. Maka, orang NU jangan pilih kasih. Rangkul semua orang dan golongan demi kemaslahatan dengan cara memiliki fasilitas umum yang bisa digunakan warga NU,  misalnya mobil ambulance.

“Terakhir adalah warahmatan ‘inda al-maut. NU harus menyantuni warganya dan warga lainnya. Jangan sampai warga NU justru disantuni orang lain. Itu sebagai jam’iyatud dakwah lil jama’ah,”  pesannya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*