Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa sarungan merupakan simbol orang cerdas dan berakhlak mulia. Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada peluncuran buku Nasionalisme Kaum Sarungan karya Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/7).

Pandangan Kiai Said tersebut didasari atas sikap orang bersarung yang menjunjung tawasuth (moderat). “Orang kalau cerdas akan bersikap moderat. Bisa bersikap moderat karena cerdas,” ujarnya.

Sedangkan akhlak mulia dapat  muncul dari sikap orang sarungan yang mengedepankan tasamuh (toleran). “Kalau tasamuh, pasti berakhlak mulia,” ucapnya. “Kesimpulannya, orang sarungan orang yang cerdas dan berakhlak mulia,” tegas Kiai Said kembali.

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini menjelaskan bahwa istilah kaum sarungan digunakan untuk menegaskan posisi kaum santri sebagai salah satu elemen bangsa yang tidak bisa dinafikan perannya. Pasalnya, mengutip pernyataan pendiri Budi Oetomo, Soetomo, Helmy mengatakan, “Jauh sebelum pemerintahan Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah, justru pondok pesantrenlah yang telah menjadi sumber pengetahuan dan mata air ilmu bagi masyarakat di Nusantara sebulat-bulatnya.”

Acara peluncuran buku tersebut dilanjutkan dengan diskusi yang diisi oleh Redaktur Pelaksana Kompas Muhammad Bakir dan guru besar Universitas Nasional Australia Greg Fealy. Diskusi tersebut dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*