Sumber: suratkabar.id

Mataram, LiputanIslam.com— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyampaikan ucapan terima kasih atas tiga kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berpihak pada umat, ulama dan bangsa. Pernyataan itu disampaikan Kiai Said pada pembukaan Musyawarah Nasional  Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU) di Mataram, NTB, pada Kamis (23/11).

Pertama, ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan (Ormas). Diterbitkannya Perppu bertujuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan melindungi masyarakat dari paham radikal. Menurut Kiai Said, kebijakan tersebut sudah tepat dan tidak menyalahi Undang-Undang (UU).

Atas Perppu itu ormas Hazbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dibubarkan karena dinilai berlawanan dengan ideologi Pancasila. Kiai Said juga menyampaikan sikap terbuka kepada warga mantan simpatisan HTI. “ monggo kalau mau masuk NU, pintu terbuka,” ucapnya.

Kedua, ucapan terima kasih karena terbitnya Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter sebagai ganti Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Lima Hari Sekolah. Menurutnya, jika lima hari sekolah tetap dijalankan, maka kesempatan anak sekolah belajar agama menjadi terbatas. Terbitnya perpres sudah sangat tepat. “Madin tetap akan hidup. Madin nantilah yang akan bertanggung jawab membentuk karakter bangsa,” ungkap Kiai Said.

Kemudian terakhir, terima kasih karena presiden telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia bukan hadiah. Sejarah mencatat, sedikitnya ada 120 kali pemberontakan melawan penjajah yang dipimpin oleh kyai pesantren. “Ini bentuk pengakuan pemerintah dan negara akan peran santri dalam perjuangan,” ujarnya. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL