Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa prinsip utama Islam Nusantara ialah moderat. Selain itu, juga menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling mengasihi antar sesama. Menurut Kiai Said, Islam Nusantara menentang keras radikalisme dalam bentuk apapun.

“Dulu, sekarang, dan seterusnya NU moderat, toleransi, dan antiradikalisme,” ujar Kiai Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan dari International Forum of Buddhist Muslim Relationship di lantai tiga Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/10).

Kiai Said mengaku, prinsip yang dipegang NU semakin kuat. Prinsip moderat, toleransi, dan antiradikalisme tidak pernah goyah. Menurutnya, melalui prinsip tersebut NU ingin membangun persaudaraan sesama umat Islam dan sesama saudara sebangsa se-Tanah Air. “Itu tidak pernah goyah dan semakin maju,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya, Myanmar. Namun Kiai said menegaskan bahwa hal itu bukan konflik agama. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya yakin itu keluar dari garis agama, tapi itu bisa mempengaruhi cara pemahaman cara pandang orang Indonesia yang masih sangat rawan, bisa menyulut radikalisme sebagian yang masih rawan,”ucapnya.

Dalam kesempatan menerima kunjungan International Forum of Buddhist Muslim Relationship tersebut, Kiai Said didampingi Bendahara Umum PBNU H. Ing Bina Suhendra, Ketua PBNU H. Eman Suryaman dan H. Aizzudin Abdurrahman. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL