Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa PBNU tidak akan terjebak pada politik praktis yang mengarah pada perebutan kekuasaan. Ia menegaskan, NU bukanlah partai politik. Sebab itu, tugas utama PBNU adalah membangun bangsa melalui politik nasionalisme dan kebangsaan.

“Saya selalu mengatakan bahwa NU bukan partai politik. Tapi NU harus ikut membangun nasionalisme, kebangsaan dengan politik nasional, bukan politik praktis, bukan politik jabatan,” katanya di Jakarta, pada Senin (6/8).

Kiai Said menjelaskan bahwa NU sebagai sebuah organisasi keagamaan dan kemasyakatan (ormas) tidak akan mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu pada Pilpres 2019 mendatang. Ia menegaskan bahwa NU akan konsisten bersikap netral terhadap pesta demokrasi di tanah air.

“Yang dukung-mendukung pasangan capres-cawapres itu partai politik, bukan NU,” tegasnya.

Namun begitu, Kiai Said mengakui bahwa NU sebagai organisasi keislaman terbesar di Indonesia dengan jumlah anggotanya yang banyak memiliki bobot politis yang dapat menentukan arah pilihan politik bangsa. “Walaupun begitu, massanya NU punya bobot politis,” ucapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*