Sumber: harianterbit.com

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa dakwah itu merupakan upaya membangun masyarakat agar lebih baik. Oleh karena itu, menurutnya berdakwah tidak hanya cukup dengan ilmu, tetapi juga harus dengan hikmah atau kebijaksanaan.

Hal itu disampaikan Kiai Said pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammd SAW yang diselenggarakan Pimpinan Fatayat NU bersamaan dengan Penutupan Grand Final Pekan Olahraga Perempuan (POP) Nahdlatul Ulama (NU), di GOR Otista Jakarta, pada Selasa (20/11).

“Dakwah itu membimbing masyarakat dan membangun masyarakt dengan baik. Itu tidak cukup dengan ilmu, tapi juga dengan hikmah,” katanya.

Menurut Kiai Said, jika orang memiliki kebijaksanaan, maka tutur katanya mengandung makna yang sangat baik. Memiliki gagasan yang cemerlang, dan dalam pergaulan ia bisa memengaruhi orang-orang untuk melakukan kebaikan.

“Di dalam orang yang mempunyai hikmah, orang tersebut kalau mengambil langkah tepat, sikapnya benar, selalu bergaul dengan memengaruhi teman-temannya atau lingkungannya, mempunyai gagasan yang indah, diikuti orang lain,” jelasnya.

Kiai Said menjelaskan bagaimana peran para kiai baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing agar masyarakat menjadi lebih baik. “Para kiai di majelis taklim di kelurahan, kecamatan itu tuh namaya dakwah, mengajar kemudian membimbing. Jadi yang namanya dakwah itu bukan hanya pidato,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*