Sumber: timesindonesia.co.id

Surabaya, LiputanIslam.com–  Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas menyatakan keberagaman adalah kehendak Allah, sehingga manusia tak perlu memaksa untuk membuatnya menjadi satu. Perbedaan yang ada di bumi Indonesia jangan dipandang sebagai ancaman. Tetapi Justru itu adalah karunia Allah yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, dan wajib disyukuri.

“Kalau Allah sudah menciptakan manusia bhinneka, masa kita harus memaksa harus jadi satu,” ujarnya pada acara Pertemuan Penulis Keislaman di hotel Sahid, Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Senin (4/12).

Menurut Robikin, keberagaman budaya, agama, dan suku tersebut bisa menjadi kekuatan yang sangat hebat bagi bangsa Indonesia dengan melakukan tiga hal ini. Pertama, meningkatkan tali silaturahim. Menjalin silaturahmi sangat penting bagi sesama anak bangsa.

Kedua, menjalin tali silatul afkar (hubungan gagasan). Setiap manusia tentu mempunyai pemikiran dan gagasan yang berbeda. Untuk itu, perlu dilakukan silatul afkar untuk mengelola perbedaan-perbedaan pemikiran tersebut menjadi kekuatan. “Kita cari persamaanya, dan bukan memperbesar perbedaannya,” ucapnya.

Sementara yang terkahir adalah silatul ‘amal (kerja sama dalam aksi nyata). Poin ini menurut Robikin merupakan aksi nyata pengejawantahan kebersamaan dan persatuan yang berangkat dari kebhinekaan. “Kebhinekaan wajib kita kelola untuk menjadi kekuatan,” serunya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL