Sumber: nu.or.id

Semarang, Liputanislam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas mengatakan bahwa kegiatan dakwah harusnya dapat menumbuhkan semangat nasionalisme. Dakwah yang memperhatikan kaidah dan etika dakwah, yakni dilakukan dengan lemah lembut dan bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Dalam bingkai keindonesiaan, selayaknya materi dakwah yang disampaikan juga dapat memupuk dan menumbuhsuburkan semangat nasionalisme,” ucapnya saat berada di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (4/9).

Menurut Robikin, jika di masyarakat didapati perbedaan pendapat mengenai aktivitas dakwah, maka hendaknya selesaikan dengan musyawarah. Hindari penggunaan kekerasan dalam mengelola perbedaan.  Menurutnya, semangat persaudaraan harus terus dijaga.

“Harus diingat, andai ada yang merasa tidak dapat dipersatukan oleh semangat nasionalisme dan agama yang sama misalnya, toh kita tetap saja bersaudara. Saudara sesama manusia. Bukankah kita adalah segaris seketurunan dari Adam?” katanya.

Kegiatan dakwah itu, lanjut dia, merupakan suatu aktivitas untuk mengajak manusia agar mengenal Tuhan dengan baik, sehingga dapat membangun hubungan secara vertikal dengan benar dan baik. Membangun hubungan antar sesama yang harmoni.

“Dari hubungan vertikal yang benar dan baik itu diharapkan manusia akan sanggup membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Bahkan dimungkinkan memiliki kesanggupan mengamban amanah sebagai khalifah di muka bumi. Harapannya, kehidupan akan berjalan harmoni dan beradab,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*