Sumber: flickr.com

Bandung, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan Cabang Pancak Silat Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa Kabupaten Bandung, Dede Sumpena menegaskan bahwa warga NU (Nahdliyin) berkewajiban melestarikan tradisi beladiri Pencak Silat. Menurutnya kita wajib menjaga dan melindungi budaya yang diwariskan oleh para leluhur bangsa kita.

“Pencak silat itu budaya kita. Kalau bukan sama kita sama siapa lagi? Jadi, kewajiban kita sebagai warga daerah adalah melindungi, melestarikan, dan menjaga budaya warisan para leluhur,”  ucapnya di Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (9/1).

Menurut Dede Sumpena, menjaga budaya pencak silat itu adalah dengan cara terus menghidupkannya, mengajarkan kepada anak-anak muda. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, maka pencak silat akan dilupakan, kemudian lama-lama akan punah. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus belajar dan melestarikan Pencak Silat.

“Bagi para generasi muda, kalian adalah penerus bangsa. mari kita jaga dan lestarikan budaya daerah kita masing-masing. Karena kalau bukan sama generasi muda sama siapa lagi? Mari kita lestarikan budaya kita,” serunya.

Pada kesempatan itu, ia menerangkan pencak silat Pagar Nusa adalah bagian dari kanuragan. Pada sisi ini, anggota belajar dan menginduk kepada ajengan. Pencak silat juga adalah seni budaya sehingga menginduk ke pariwisata dan budaya. Sebagai olahraga, menginduk ke Kemenpora. Dede Sumpena juga mengaku bersyukur karena di Kabupaten Bandung masih ada padepokan pencak silat dan masih ada peminatnya.  (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*