Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan masjid atau rumah ibadah lainnya untuk tujuan politik praktis. Menurutnya, kegiatan politik praktis harus dilaksanakan diluar rumah ibadah. Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf di Kantor MUI Jakarta, pada Rabu (2/5).

“Jangan gunakan lembaga keumatan keagamaan untuk dijadikan semacam untuk mengembangkan kepentingan politik jangka pendek, jangan dijadikan alat partai,” ucapnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, masjid atau lembaga keumatan bisa digunakan sebagai tempat untuk mengajarkan ‘politik tingkat tinggi’ atau politik yang memperjuangkan nilai kebangsaan, kerakyatan dan etika. Bukan politik yang hanya bertujuan jangka pendek dan kepartaian.

Ia juga mengingatkan, penggunaan tempat ibadah untuk tujuan politik praktis atau politisasi agama bisa mengancam keutuhan bangsa Indonesia. “Yang tidak boleh politik kepartaian menggunakan tempat umum, tempat keagamaan, pendidikan,” tegasnya.

Sementara terkait Pilkada serentak mendatang, Kiai Ma’ruf mempersilahkan umat untuk memilih pemimpinnya sesuai yang dikehendaki hati nuraninya masing-masing. Namun, apabila pilihan antar satu umat dengan yang lainnya berbeda maka persatuan harus didahulukan. “Silakan pilih pemimpin sesuai dengan keinginannya hati nuraninya,” katanya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL