Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Indonesia memang bukan negara yang berdasarkan kepada syariah Islam, namun praktik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah. Hal itu ia sampaikan di Hotel Rivoli Jakarta, pada Senin (13/11).

Menurut kiai Ma’ruf, bukti bahwa Indonesia sudah menerapkan prinsip-prinsip syariah adalah semakin menjamurnya lembaga-lembaga yang berlabel syariah mulai dari perbankan hingga perhotelan. “Negara ini bukan negara syariah, tapi perbankan, asuransi, pasar modal tumbuh subur. Isinya sudah syariah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Presiden Jokowi telah beriktikad untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah dunia. “Keuangan syariah sudah menjadi sistem nasional. Kata Presiden, bukan hanya sukuk syariah, tetapi perbankan, asuransi, pasar modal syariah juga akan diperbesar,” ujarnya.

Kemudian kiai Ma’ruf mengungkapkan bahwa dirinya memiliki gagasan untuk menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi dan pemberdayaan umat. Santri diperkenalkan dan dilatih mengenai hal-hal ekonomi syariah. Sehingga mereka mengetahui seluk-beluk keuangan syariah dan bisa mempraktikannya. Bahkan, saat ini sudah dibangun lembaga keuangan mikro syariah di beberapa pesantren. “Presiden menginstruksikan OJK untuk membentuk itu,” katanya.

Sistem ekonomi selama ini, lanjutnya, adalah bersifat dari atas ke bawah. “Arus lama pembangunan dari atas. Diharapkan netes ke bawah. Ternyata tidak netes-netes pembangunannya. Saya berharap pesantren sebagai pusat pemberdayaa umat,” tutup kiai Ma’ruf. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL