Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menilai aksi 299 untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) keormasan dan menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak perlu dilakukan. Menurut Kiai Ma’ruf, aksi demonstrasi tersebut justru berpotensi menimbulkan konflik antar sesama anak bangsa.

“Tidak perlu itu demo, ada mekanisme bagi mereka yang tidak bisa terima Perppu itu bisa menggugat lewat MK sehingga gunakan saja saluran yang ada agar tidak perlu menimbulkan kegaduhan yang bisa membawa terjadinya konflik antar bangsa,” ujarnya saat menerima kunjungan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Rabu (27/9).

Sementara soal isu kebangkitan PKI, Kiai Ma’ruf mengatakan bahwa paham komunis itu sudah tidak muncul lagi. Bahkan, seluruh bangsa Indonesia melalui keputusan MPRS telah menyatakan bahwa PKI merupakan organisasi terlarang sehingga tak ada yang perlu ditakutkan kebangkitannya.

“Saya kira sudah selesai, sampai hari ini sudah berapa tahun saya kira. Kalau ada orang yang berpikir, bersikap, dan bertindak seperti PKI kan tinggal laporkan saja, seperti kata presiden. Jadi tidak perlu demo-demo yang menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Argo Yuwono menyebutkan aksi 299 diperkirakan mencapai 15.000 orang yang dipusatkan di Gedung DPR RI, pada Jumat 29 September besok. Sedangkan, Polda Metro Jaya bersama pihak terkait akan mengerahkan sekitar 18.000 personil guna mengamankan aksi tersebut. (Ar/Kompas/Tempo/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL