Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho mengingatkan semua pihak agar selalu waspada terhadap ujaran kebencian dan hoaks (kabar bohong). Apalagi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 April mendatang, semua warga negara hendaknya ikut menjaga kondusifitas dan kedamaian. Sebab, soal pilihan politik kita boleh adu argumentasi, tapi jangan sebarkan hoaks.

“Sekarang ini kita dihantui dengan maraknya penyebaran hoaks yang menghancurkan pikiran kemudian membuat permusuhan. Lebih kita sebarkan konten tentang cinta dan damai di medsos agar negeri kita menjadi sejuk dan tenteram,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (14/1).

Menurutnya, berkompetisi dan beradu argumen merupakan hak setiap warga negara dan sangat diperbolehkan pada momen pesta demokrasi seperti Pilpres ini. Akan tetapi, semua orang harus menahan diri dari mengeluarkan kebohongan dan ujaran kebencian. Jangan sebarkan hoaks dan fitnah.

“Jadi di tahun 2019 ini seharusnya menjadi titik tolak kita bersama untuk dapat bersama-sama melanjutkan hidup kita tanpa menggunakan kebencian, kebohongan, hasut, fitnah di medsos. Dan justru sebaliknya, semua teknologi yang sudah kita bisa gunakan itu seharusnya justru bisa mempercepat kita menjadi negara maju,” ucapnya.

“Salah satu yang membuat kondisi media sosial makin ricuh adalah ketidakmampuan masyarakat untuk memfilter konten media sosial dengan baik. Masyarakat harus bisa menahan diri agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan kebencian,” tambah Septiaji. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*