Sumber: nu.or.id

Poso, LiputanIslam.com– Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan bahwa persatuan adalah sebuah nikmat yang harus disyukuri. Alasannya, seseorang tidak mungkin bisa menikmati hidup jika tidak ada persatuan. Persatuan juga muncul karena adanya rasa kasih sayang.

“Persatuan dapat tercipta dan diraih manakala hatinya lembut dan saling menyayangi. Rakyat Poso sedang mendapatkan nikmat persatuan setelah sebelumnya pernah konflik,” katanya pada acara Tabligh Akbar di lapangan Sintuwu Maroso, Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (26/7).

Kiai Cholil menilai, masyarakat Poso bisa menjaga dan memelihara perdamaian dan persatuan. Menurutnya, saat ini Poso merupakan daerah yang aman dan damai, bukan daerah konflik sebagaimana yang dibayangkan banyak orang.  “Pemerintah, ulama, Polisi, TNI dan masyarakat bersatu padu melawan bentuk perpecahan,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang islami sesuai dengan ajaran Islam yang shahih. Sebagaimana yang tertera dalam Piagam Madinah, negeri Madinah dibangun Nabi Muhammad saw. berdasarkan kesepakatan bersama. Begitu pun Indonesia. “Bahwa dalam piagam (shahifah) itu tak menyebut model negara, tapi berdasarkan kesepakatan (miitsaq) antar penduduk negara Madinah, baik yang muslim maupun yang non muslim,” terangnya.

Menurutnya, yang terpenting dalam bernegara adalah bagaimana mencapai tujuan bersama, yakni mengangkat pemimpin yang adil dan dapat memelihara  antar sesama. “Juga pemimpin yg diangkat harus dapat menjaga stabilitas sosial,” ujarnya.

Kiai Cholil juga menjelaskan bahwa pasal pertama dalam Piagam Madinah adalah persatuan bagi penduduk Madinah. Prinsip ini juga tercantum dalam dasar negara Indonesia, Pancasila. Sila ketiga Pancasila adalah persatuan Indonesia. “Semua pembangunan, baik rohani atau jasmani dan mental atau spiritual landasannya adalah persatuan,” ungkapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*