Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie menyatakan bahwa Indonesia merupakan bukti dari harmonisnya hubungan antara agama dan negara.  Bahkan dalam konstitusi negara kita, antara agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Pernyataan itu disampaikan Jimly di Jakarta, pada Sabtu (7/10).

“Islam, agama, tidak bisa dipisahkan dari negara. Bahkan jelas di dalam konstitusi negara kita, menempatkan agama, Islam dalam kehidupan bernegara kita. Tidak ada konstitusi negara manapun yang menyebutkan mengenai Tuhan dan agama lebih dari 20 kali,” ujarnya.

Menurut Jimly, harmonisnya agama dan negara sudah berlangsung lama dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan para bapak bangsa telah membuat pijakan yang kuat dalam konstitusi negara. “Sewaktu awal Bung Karno memimpin, beliau langsung membentuk Kementerian Urusan Umat Islam. Tapi tidak lama kemudian, langsung diubah menjadi Kementerian Agama. Artinya, yang diurus tidak hanya umat Islam saja, tapi agama lain juga di Indonesia,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang makna yang terkandung di dalam dasar negara Pancasila. Menurutnya, Pancasila merupakan aktualisasi kehidupan antar negara dan seluruh umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila juga dapat disebut sebagai the communal god. “Era sekarang harus inklusif dalam beragama, tidak boleh eksklusif. Pancasila itu adalah the communal god,” ungkap Jimly.

Jimly menambahkan, bahwa membangun kesadaran kehidupan yang inklusif dan universal saat ini menjadi kata kunci menuju kemajuan kedepan. “Cara pandang kita harus inklusif dan universalis. Harus jadi cara pandang untuk umat beragama, mudah-mudahan pejabatnya juga begitu,” katanya. (Ar/ICMI).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL