Kecelakaan Lalu LintasJakarta, LiputanIslam.com — Siapa yang ingin mengalami kecelakaan di jalanan? Sepertinya tidak ada. Namun jika kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari, selalu saja ada pengendara mobil atau motor, yang abai terhadap peraturan lalu lintas sehingga membahayakan dirinya dan orang lain.

Tidak pakai helm, berkendaraan dengan kecepatan tinggi, mengabaikan traffic light, menyebrang di rel kereta api kendati peringatan telah dibunyikan, mengkonsumsi alkohol saat menyetir, dan pelanggaran-pelanggaran serupa sering kita jumpai. Tak ayal, jalanan merupakan tempat ‘setor nyawa favorit’ di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan jumlah kecelakaan tahun 2013, maka tahun 2014 telah terjadi penurunan angka. Tidak hanya di wilayah Jakarta, namun juga di seluruh Indonesia. Dari laporan Kompas, 17 Februari 2015, Korps Lalulintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengungkap total kejadian menurun 17 persen.

Selama Januari – November 2014 jumlah angka kecelakaan di Indonesia mencapai 85.765 kejadian, sedangkan sepanjang 2013 menyentuh 100.106 kejadian. Dalam periode yang sama, jumlah korban luka berat dan luka ringan juga menurun, masing – masing berkurang 20 persen dan 15 persen.

Meski total kecelakaan dan korban luka menurun, ada satu hal yang memprihatinkan, yaitu korban meninggal dunia tetap tinggi. Pada sebelas bulan 2014 sebanyak 26.623 orang kehilangan nyawa di jalanan, cenderung meningkat dibanding 2013 sejumlah 26.416.

Korban meninggal dunia lebih banyak terjadi pada pengguna sepeda motor. Penyebabnya dikatakan beragam, misalnya melanggar lalu lintas, tidak mematuhi rambu, dan belum mampu berkendara dengan baik.

Satu hal lagi yang disoroti, Korlantas Polri mencatat selama Januari – November 2014 kerugian material karena kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 224.297.495.685. Walaupun jumlah itu menurun 14 persen dibanding 2013, tetap saja sangat jumlahnya sangat besar.

Maut merupakan hal yang pasti, tidak bisa dihindari jika memang sudah ditetapkan. Namun sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita lebih memperhatikan keselamatan diri dan orang lain, dengan berhati-hati saat berkendara dan taat pada aturan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL