minyak indonesiaJakarta, LiputanIslam.com — Rencana kerjasama antara Indonesia dan Iran di bidang energi telah digodok sejak jauh-jauh hari. Ketika Indonesia masih di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Iran telah menawarkan minyak mentah kepada Indonesia, dengan harga yang lebih murah. Iran juga siap untuk membangun kilang minyak, sehingga Indonesia mampu menyuling sendiri kebutuhan dalam negerinya.

Hanya saja, sampai hari ini kerjasama Iran dan Indonesia masih tersendat-sendat. Kesepahaman kedua belah pihak telah ditandatangani tidak diikuti oleh proses lebih lanjut. Apa penyebabnya?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja membenarkan bahwa pemerintah Indonesia membuka rencana kerjasama dengan Pemerintah Iran terkait pembangunan kilang pengolahan dan pembelian langsung minyak mentah.

Akan tetapi menurutnya wacana kerjasama ini masih harus dibicarakan lebih rinci lagi lantaran Iran masih mendapatkan sanksi embargo dari Dewan Keamanan PBB terkait pengembangan tenaga nuklirnya.

“Satu investasi kilang dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta. Skema detilnya belum dibicarakan tapi sudah ada arah G to G,” ucap Guru Besar Institut Teknologi Bandung tersebut, seperti dilansir CNN Indonesia.

Di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pertamina (Perseroan) Dwi Soetjipto tak menampik kebenaran dari rencana kerjasama pembangunan kilang yang nantinya akan dieksekusi oleh perusahaannya.

“Memang pemerintah Iran lewat Duta Besarnya ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia. Sifatnya dua, pembelian minyak langsung dan pembangunan kilang. Saat ini masih dibicarakan,” katanya.

Bulan lalu saat diselenggarakan Konferensi Asia Afrika, Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani juga menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas kerjasama yang bisa dilakukan Iran dan Indonesia. Kedua negara sepakat untuk bahu-membahu memerangi terorisme, meningkatkan kerjasama budaya, meningkatkan volume perdagangan dan investasi di bidang energi.

Saat ini pemerintah juga hendak menggandeng dengan Irak untuk kerjasama energi. Rencananya, Indonesia akan melakukan pembelian minyak langsung sebanyak 300 ribu barel per hari (bph) dalam waktu dekat, dengan jangka waktu 20 hingga 30 tahun ke depan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL